30.03.05
Aku hendak pergi mencapaimu
Sudah kutangkap dalam mataku, wajahmu.
Tapi aku terlalu lelah
Hingga jatuh disini
Di pintumu
Satu-satu nafas di kerongkonganku
Apa kau mendengarnya
Detak jantungku
Walau aku tidak lagi takut
Ketika dulu kau mendongengkan kematian untukku
Setiap menjelang tidur
Aku hanya takut
Anjing-anjing akan menemukan mayatku
Sebelum kau membukakan pintu.
Kematian tetap beku, tetap sunyi
Dan anjing-anjing kadang lebih mengerti
Tentang kesepianku
Tentang kerinduanku padamu
Nafasku yang terakhir
Jika aku tak pernah pantas
Tidur dalam pelukanmu
Sentuhlah sekali saja
Sebelum tubuh kembali dingin
Dan hangat mentari tak lagi berarti
Kecuali membuat kupu-kupu datang
Menyelimuti
Walau Cuma gagang pintumu
Atau sekedar tengok aku lewat jendelamu
Dan saksikanlah
Kepergianku
Bersama anjing-anjing
Di pintu
Altarmu
(Meif, suatu malam bersama bulan setengah lingkaran)
No comments:
Post a Comment