Ayo Tolak Tambang Pasir Besi!!
Rencana penambangan pasir besi yang akan dilakukan oleh PT Jogja Magasa Mining (PT JMM) yang menggandeng perusahaan Indomines dari Australia dengan nilai investasi sebesar US $ 600 juta sudah sampai pada tahap Kontrak Karya (KK). Penandatanganan Kontrak Karya yang rencananya akan dilakukan minggu kemarin sampai saat ini belum juga terealisasi.
Bambang Setiawan, Dirjen Mineral, Batubara dan Panas Bumi Departemen ESDM mengatakan penandatanganan Kontrak Karya yang sebelumnya dijadwalkan minggu kemarin kini tinggal menunggu waktu dari Menteri ESDM. "Minggu yang lalu Pak Menteri mendadak harus ke China mendampingi RI-1" jelas Bambang melalui pesan singkat.
Akan tetapi selama hari Kamis-Sabtu di Kulon Progo terjadi aksi penolakan dari ribuan warga pesisir yang lokasinya akan dijadikan area penambangan. Aksi tersebut bahkan disusul dengan kericuhan akibat kemunculan beberapa warga yang pro penambangan yang melakukan perusakan pada posko-posko warga di sepanjang pesisir.
Menanggapi hal tersebut,Presiden Direktur PT JMM Lutfi Heyder mengatakan pihaknya akan terus menunggu kapan Kontrak Karya tersebut ditandatangani. " Kami sudah mengikuti semua prosedur sesuai hukum dan aturan yang berlaku untuk sampai kepada Kontrak karya tersebut. Jika ada pro dan kontra itu bukan urusan saya" tegasnya. Jika Kontrak Karya sudah ditandatangani PT JMM akan segera memulai AMDAL. "kalau AMDAL sudah beres maka proyek bisa dimulai" jelas Lutfi.
Nampaknya yang harap-harap cemas menunggu penandatanganan Kontrak Karya tersebut bukan cuma PT JMM, pemerintah daerah juga mengakui sangat mengharapkan KK tersebut segera ditandatangani. Mulyono, Wakil Bupati Kulon Progo yang dihubungi melalui telepon mengatakan,"Silahkan demonstrasi tidak dilarang, tapi kami menghendaki itu (Kontrak Karya) dapat ditandatangani secepatnya, mudah-mudahan bisa dalam minggu ini" jelas Mulyono.
Sementara itu Supriyadi, ketua Paguyuban Petani Lahan Pasir Kulon Progo yang mewakili sekitar 30.000 warga pesisir mengatakan masyarakat akan tetap menolak rencana tambang pasir besi tersebut. "Meskipun Kontrak Karya akan ditandatangani 50 kali sekalipun kami tetap menolak" tegasnya. Supriyadi menyayangkan kebijakan pemerintah yang tidak mengakomodasi kepentingan warganya. " Jika pemerintah tetap ngotot dengan penambangan tersebut, ya kita tunggu saja nanti apa yang akan terjadi" ungkapnya.
Supriyadi menjelaskan, saat ini warga pesisir masih berusaha meredam suasana akibat insiden penyerangan terhadap mereka kemarin. "kami menekankan kepada warga agar warga tetap tenang dan bertani seperti biasa agar perekonomian tidak goncang" jelasnya."kami menanam cabe, semangka dan sayur-sayuran disana, dimana dari hasil pertanian tersebut perputaran uang di setiap desa bisa mencapai miliaran rupiah perbulan" tambah Supriyadi.
Tambang pasir besi yang rencananya akan dilakukan selama 20 tahun di 4 kecamatan ( Galur, Panjatan, Wates dan temon) sepanjang 22 KM dengan kedalaman 10 meter, dan seluas sekitar 3.000 hektar ini setiap tahunnya bisa menghasilkan sekitar 1 juta ton pig iron. Lokasi penambangan itu sendiri sebagian besar merupakan lahan produktif yang digunakan warga untuk kegiatan pertanian hortikultur yang sudah puluhan tahun digarap warga di 4 kecamatan tersebut.
.
Meifita @ Harian Kontan
Tuesday, October 28, 2008
Friday, October 24, 2008
ego
Ada sepotong awan yang bersiap jadi hujan, di tatapan matamu. Aku tak menyadarinya, hanya kunikmati perjalanan, disampingmu. Mencari kata untuk tak terluka. Aku selalu harus lebih kuat, menghadapi bahwa aku tak bisa memohon dan tak bisa mengatakan, aku mencintaimu.
Jalan-jalan telah kita lewati begitu panjang dan jauh tapi aku tak bisa berhenti, tak bisa memohonmu untuk berhenti, mungkin berjalan bisa mengurung airmataku agar tak jatuh. agar aku bisa menyusun nafas satu-satu. Agar tak menangis.
Kita sudah sampai disini, dan kau tak berkata apa-apa. Kita sudah dekat, padahal kita tak ingin sampai. Aku tau kita tidak ingin cepat pulang. Tidak ingin waktu berlalu dan menjadi senja, lalu kita akan berpisah. Kenapa? kau berusaha menahan matahari agar tak menjadi malam, tapi, tak sepatah katapun untuk menahanku.
Aku menemukan rindu di matamu yang mendung. Aku menemukan cinta di senyummu yang tertahan. Semua selalu serba pelan dan hati-hati sekarang. Karena kita sudah terlalu sering saling menyakiti. Aku juga menangkap haru, di wajah sendumu. Begitu lama, kita baru bisa bertemu.
Bagaimana aku mengatakannya? sementara aku tau bahwa semua percuma. Kita tidak akan pernah bisa bersama. Lima tahun lalu kita mengawalinya, kita menumbuhkannya dalam doa dan kepasrahan. Kita membumbuinya dengan kecemburuan dan ego. Kita mengakhirinya, dengan airmata..
Jalan-jalan telah kita lewati begitu panjang dan jauh tapi aku tak bisa berhenti, tak bisa memohonmu untuk berhenti, mungkin berjalan bisa mengurung airmataku agar tak jatuh. agar aku bisa menyusun nafas satu-satu. Agar tak menangis.
Kita sudah sampai disini, dan kau tak berkata apa-apa. Kita sudah dekat, padahal kita tak ingin sampai. Aku tau kita tidak ingin cepat pulang. Tidak ingin waktu berlalu dan menjadi senja, lalu kita akan berpisah. Kenapa? kau berusaha menahan matahari agar tak menjadi malam, tapi, tak sepatah katapun untuk menahanku.
Aku menemukan rindu di matamu yang mendung. Aku menemukan cinta di senyummu yang tertahan. Semua selalu serba pelan dan hati-hati sekarang. Karena kita sudah terlalu sering saling menyakiti. Aku juga menangkap haru, di wajah sendumu. Begitu lama, kita baru bisa bertemu.
Bagaimana aku mengatakannya? sementara aku tau bahwa semua percuma. Kita tidak akan pernah bisa bersama. Lima tahun lalu kita mengawalinya, kita menumbuhkannya dalam doa dan kepasrahan. Kita membumbuinya dengan kecemburuan dan ego. Kita mengakhirinya, dengan airmata..
Monday, October 20, 2008
kita bisa
sabtu ini akhirnya aku ada waktu buat ke Bogor. susah sekali kalau liburnya cuma hari sabtu, tapi mau gimana lagi.. walaupun cuma sehari yang kita punya tep harus dioptimalkan bukan?
Aku emang udah janji sama Papa mau nengokin kakak sepupuku di Bogor. Pas mudik lebaran kemarin Papa sampe gak enak banget, coz ternyata beberapa hari sebelum lebaran istri kakak sepupuku meninggal. Dan aku belum sempat kesana. Hiks! jadi merasa bersalah.. Makanya Meif, kalau uda niat jangan ditunda2 lagi... Forgive me ya Allah. Padahal jakarta - Bogor kan deket...
Siang itu aku kesana, naik Pakuan. Aku gak terlalu hapal kota Bogor. Maklum, sekalipun beberapa kali kesana gak pernah pake kendaraan umum. Mama udah ngasih tau, katanya cari ramayana, naik angkot dari sana. Tapi...ternyata Ramayananya udah berganti jadi BTM, Bogor Trade Mall. jadinya keder deh..bener gak yaak..sukurnya, Kakakku dengan baik hati menjemput..hehe..
Dan sampailah aku ke rumahnya yang teduh. Nyampe sana langsung di sambut hujan, hiyaa senang sekali.. ( Lupa ya kalo bogor kota hujan, biasa aja kalee..) delapan tahun lalu terakhir aku maen ke rumah ini, waktu itu aku masih kelas 2 SMA. Ceritanya, lagi jadi finalis lomba karya tulis se jawa Bali di IPB, gitu. Rumahnya masih sama, bedanya cuma sekarang gak ada Mba Dien, jadi sepi.
Tapi, meif mari kita meramaikan suasana... karena dengan atau tanpa kesedihan hidup harus terus berjalan..
aku..sejujurnya iri, mereka begitu saling mencintai. Mungkin, mereka pasangan paling romantis dalam keluargaku. Sapaan yang lembut, keluarga yang hangat, saling mencintai satu dengan lain. Bedanya kakak sama papa adalah, papaku kurang pandai mengekspresikan cintanya sama mamaku, hehehe.. garing, jayus..tapi..tentu mamaku tau betapa papa cinta pada mama, haha.
Pagi itu kami makan bubur ayam di daerah gunung batu. minggu yang cerah..sambil kakak ajak aku keliling dengan mobilnya, ngapalin jalan katanya. kami lalu bercerita tentang banyak hal, tentang pekerjaan, riset-risetnya, lingkungan, kuliahnya, semua..menyenangkan.. lalu sampai disebuah jalan, dia melambatkan laju mobilnya. "mbakyumu dimakamkan disini" katanya pelan.
Lalu..sepertinya hujan datang lebih pagi..
tapi, aku yakin dia tegar. karena semua milik Tuhan dan akan kembali padaNya bukan?
aku belajar, kita bisa mencintai seseorang sampai saat-saat paling akhir.. kita bisa. Aku mengalami itu dengan kakek, dengan nenek, Alhamdulillah, Tuhan mengijinkan aku menjaga mereka sampai detik terakhir.. aku percaya, kita bisa mencintai seseorang, bahkan ketika dia sudah tidak ada disisi kita lagi..
Aku emang udah janji sama Papa mau nengokin kakak sepupuku di Bogor. Pas mudik lebaran kemarin Papa sampe gak enak banget, coz ternyata beberapa hari sebelum lebaran istri kakak sepupuku meninggal. Dan aku belum sempat kesana. Hiks! jadi merasa bersalah.. Makanya Meif, kalau uda niat jangan ditunda2 lagi... Forgive me ya Allah. Padahal jakarta - Bogor kan deket...
Siang itu aku kesana, naik Pakuan. Aku gak terlalu hapal kota Bogor. Maklum, sekalipun beberapa kali kesana gak pernah pake kendaraan umum. Mama udah ngasih tau, katanya cari ramayana, naik angkot dari sana. Tapi...ternyata Ramayananya udah berganti jadi BTM, Bogor Trade Mall. jadinya keder deh..bener gak yaak..sukurnya, Kakakku dengan baik hati menjemput..hehe..
Dan sampailah aku ke rumahnya yang teduh. Nyampe sana langsung di sambut hujan, hiyaa senang sekali.. ( Lupa ya kalo bogor kota hujan, biasa aja kalee..) delapan tahun lalu terakhir aku maen ke rumah ini, waktu itu aku masih kelas 2 SMA. Ceritanya, lagi jadi finalis lomba karya tulis se jawa Bali di IPB, gitu. Rumahnya masih sama, bedanya cuma sekarang gak ada Mba Dien, jadi sepi.
Tapi, meif mari kita meramaikan suasana... karena dengan atau tanpa kesedihan hidup harus terus berjalan..
aku..sejujurnya iri, mereka begitu saling mencintai. Mungkin, mereka pasangan paling romantis dalam keluargaku. Sapaan yang lembut, keluarga yang hangat, saling mencintai satu dengan lain. Bedanya kakak sama papa adalah, papaku kurang pandai mengekspresikan cintanya sama mamaku, hehehe.. garing, jayus..tapi..tentu mamaku tau betapa papa cinta pada mama, haha.
Pagi itu kami makan bubur ayam di daerah gunung batu. minggu yang cerah..sambil kakak ajak aku keliling dengan mobilnya, ngapalin jalan katanya. kami lalu bercerita tentang banyak hal, tentang pekerjaan, riset-risetnya, lingkungan, kuliahnya, semua..menyenangkan.. lalu sampai disebuah jalan, dia melambatkan laju mobilnya. "mbakyumu dimakamkan disini" katanya pelan.
Lalu..sepertinya hujan datang lebih pagi..
tapi, aku yakin dia tegar. karena semua milik Tuhan dan akan kembali padaNya bukan?
aku belajar, kita bisa mencintai seseorang sampai saat-saat paling akhir.. kita bisa. Aku mengalami itu dengan kakek, dengan nenek, Alhamdulillah, Tuhan mengijinkan aku menjaga mereka sampai detik terakhir.. aku percaya, kita bisa mencintai seseorang, bahkan ketika dia sudah tidak ada disisi kita lagi..
Friday, October 17, 2008
memanah peluang bisnis syariah
Memanah Peluang Salon Muslimah
Siapa yang tidak ingin cantik? berkerudung sekalipun, semestinya juga menjaga kulit dan rambut tetap apik. Jumlah orang yang sadar tentang kebutuhan alamiah untuk tampil lebih baik ini terus bertambah. Inilah segmen yang mulai dijamah, membuka salon khusus muslimah, biar cantik tetap sesuai syariah.
Salah satu yang menseriusi bisnis salon khusus muslimah ini adalah Agustaf Alvi. Ketertarikan Agus berawal setelah dia melihat Salon Muslimah di Bogor milik teman istrinya, merasa bahwa ini akan berprospek baik, tak menunggu lama salon milik Ibu Salmah itu pun dikembangkan dan dipatentkan sebagai merk dagang. Saat ini Salmah sudah memiliki 5 cabang, Cimanggis, Cibubur, Dumai, pekanbaru dan Bukittinggi.
" Saya melihat salon adalah profit generator yang bagus, resikonya paling kecil, dan jika tidak laku barang-barangnya masih bisa dijual dengan harga yang bagus" jelas Agus. Tapi Agus memberi catatan, yang coba dikembangkannya adalah Rumah salon khusus Muslimah. Menurutnya rumah bisa menjadi tempat usaha yang menguntungkan.
Segmen muslimah pada waktu itu (tahun 2002) saat Agus mulai mengembangkan Salmah belum banyak digarap. Agus percaya jika ia memulainya sejak awal Salmah bisa jadi market leader di bisnis Salon Muslimah. "saat ini kepedulian orang Islam pada produk yang syar'i, halal dan sehat terus meningkat, tapi belum banyak yang sungguh-sungguh menyediakan kebutuhan tersebut" jelas Agus.
Perbedaan Salmah dengan salon umum terletak pada pemilihan produk yang halal dan dipercaya oleh pelanggan muslimah, ruangan yang bebas laki-laki dan tentu saja suasana yang Islami.Jenis jasa yang ditawarkan tidak jauh berbeda, dari mulai perawatan rambut, perawatan kecantikan dan perawatan tubuh seperti spa, lulur, sauna, pijat refleksi sampai paket pra nikah dan pasca melahirkan juga ditawarkan.
Umumnya pelanggan yang datang lebih senang mengambil paket perawatan tubuh, "jarang yang datang untuk potong rambut saja, karena muslimah tidak terlalu peduli pada model rambut ya?" kata Agus. Jadi rata-rata uang yang dikeluarkan per orang yang datang Rp 100.000. Padahal dihari biasa saja Salmah bisa kedatangan 10 orang perhari. Marjin yang didapat Agus, minimal 40 % dari Omzet. " Jika karyawan tidak boros listrik, air, dan bahan perawatan tentu keuntungan bisa lebih besar lagi" Kata Agus.
Tapi bisnis salon khusus muslimah juga bukan tanpa kendala.Agus mengakui masalahnya paling besar adalah sumber daya manusia. Padahal SDM penting bagi kesinambungan suatu bisnis. Saat ini belum ada pusat training muslimah yang memberikan skill seperti itu. "ini kan salon muslimah, ada kurikulum tentang syariah. Jadi karyawan harus mengerti juga" kata Agus.
Saat ini Salmah membuka kesempatan kerjasama dengan mereka yang berminat mengembangkan salon khusus muslimah. Agus masih menggratiskan franchise fee, biaya bergabung dan tanpa royalti. Cukup dengan investasi Rp 75 juta, modal tersebut akan digunakan untuk rekrutmen, training, 90 lebih item peralatan salon dan spa, interior, SOP, dan kosmetika untuk 3-6 bulan pertama.
"saya hanya mensyaratkan mereka memakai brand saya, dan membeli bahan-bahan salon dan kosmetika dari saya. Rencananya gratis franchise fee dan lain-lain itu sampai Salmah ada minimum 10 outlet. Setelah itu baru saya komersilkan" jelas Agus.
Selain Agus, ada Yulia Astuti dan Lindawaty, kakak beradik jebolan universitas Indonesia yang membuka Salon Moz5. Kesulitan mencari salon khusus muslimah yang mereka alami memberi inspirasi untuk membuka Moz5 tahun 2003. Moz5 sudah memiliki 8 outlet, empat diantaranya merupakan hasil kemitraan.
Fauzia Rahmawati, juru bicara Moz5 mengatakan, "awalnya Moz5 buka di Margonda, dimana segmennya adalah mahasiswi muslim di kampus sekitarnya. Tapi permintaan pasar terus bertambah, sehingga Moz5 pun giat melebarkan sayapnya" jelas Rahma. Yulia dan Linda pun serius belajar cara-cara mengembangkan bisnis, mengikuti seminar-seminar, pameran dan banyak membaca.
Moz5 menawarkan dua jenis paket kemitraan. Pertama adalah paket investasi senilai Rp 89 juta dan paket konsultasi Rp 60.500.000. Bedanya, paket konsultasi mitra bisa berdiri sendiri dengan brand sendiri, Moz5 hanya memberikan 3 bulan pendampingan. Rahma mengatakan, "insya Allah, dua tahun modal bisa kembali" kata Rahma.
Saat ini Moz5 sedang bersiap membuka dua cabang barunya di Bandung dan Surabaya. dalam sehari di masing-masing cabang bisa kedatangan pelanggan 20 orang. Jika hari Sabtu dan Minggu bahkan bisa mencapai 40 orang. Harga yang dipatok Moz5 paling murah Rp 17.500 dan paling mahal Rp 540.000 untuk paket perawatan pra nikah.
Siapa yang tidak ingin cantik? berkerudung sekalipun, semestinya juga menjaga kulit dan rambut tetap apik. Jumlah orang yang sadar tentang kebutuhan alamiah untuk tampil lebih baik ini terus bertambah. Inilah segmen yang mulai dijamah, membuka salon khusus muslimah, biar cantik tetap sesuai syariah.
Salah satu yang menseriusi bisnis salon khusus muslimah ini adalah Agustaf Alvi. Ketertarikan Agus berawal setelah dia melihat Salon Muslimah di Bogor milik teman istrinya, merasa bahwa ini akan berprospek baik, tak menunggu lama salon milik Ibu Salmah itu pun dikembangkan dan dipatentkan sebagai merk dagang. Saat ini Salmah sudah memiliki 5 cabang, Cimanggis, Cibubur, Dumai, pekanbaru dan Bukittinggi.
" Saya melihat salon adalah profit generator yang bagus, resikonya paling kecil, dan jika tidak laku barang-barangnya masih bisa dijual dengan harga yang bagus" jelas Agus. Tapi Agus memberi catatan, yang coba dikembangkannya adalah Rumah salon khusus Muslimah. Menurutnya rumah bisa menjadi tempat usaha yang menguntungkan.
Segmen muslimah pada waktu itu (tahun 2002) saat Agus mulai mengembangkan Salmah belum banyak digarap. Agus percaya jika ia memulainya sejak awal Salmah bisa jadi market leader di bisnis Salon Muslimah. "saat ini kepedulian orang Islam pada produk yang syar'i, halal dan sehat terus meningkat, tapi belum banyak yang sungguh-sungguh menyediakan kebutuhan tersebut" jelas Agus.
Perbedaan Salmah dengan salon umum terletak pada pemilihan produk yang halal dan dipercaya oleh pelanggan muslimah, ruangan yang bebas laki-laki dan tentu saja suasana yang Islami.Jenis jasa yang ditawarkan tidak jauh berbeda, dari mulai perawatan rambut, perawatan kecantikan dan perawatan tubuh seperti spa, lulur, sauna, pijat refleksi sampai paket pra nikah dan pasca melahirkan juga ditawarkan.
Umumnya pelanggan yang datang lebih senang mengambil paket perawatan tubuh, "jarang yang datang untuk potong rambut saja, karena muslimah tidak terlalu peduli pada model rambut ya?" kata Agus. Jadi rata-rata uang yang dikeluarkan per orang yang datang Rp 100.000. Padahal dihari biasa saja Salmah bisa kedatangan 10 orang perhari. Marjin yang didapat Agus, minimal 40 % dari Omzet. " Jika karyawan tidak boros listrik, air, dan bahan perawatan tentu keuntungan bisa lebih besar lagi" Kata Agus.
Tapi bisnis salon khusus muslimah juga bukan tanpa kendala.Agus mengakui masalahnya paling besar adalah sumber daya manusia. Padahal SDM penting bagi kesinambungan suatu bisnis. Saat ini belum ada pusat training muslimah yang memberikan skill seperti itu. "ini kan salon muslimah, ada kurikulum tentang syariah. Jadi karyawan harus mengerti juga" kata Agus.
Saat ini Salmah membuka kesempatan kerjasama dengan mereka yang berminat mengembangkan salon khusus muslimah. Agus masih menggratiskan franchise fee, biaya bergabung dan tanpa royalti. Cukup dengan investasi Rp 75 juta, modal tersebut akan digunakan untuk rekrutmen, training, 90 lebih item peralatan salon dan spa, interior, SOP, dan kosmetika untuk 3-6 bulan pertama.
"saya hanya mensyaratkan mereka memakai brand saya, dan membeli bahan-bahan salon dan kosmetika dari saya. Rencananya gratis franchise fee dan lain-lain itu sampai Salmah ada minimum 10 outlet. Setelah itu baru saya komersilkan" jelas Agus.
Selain Agus, ada Yulia Astuti dan Lindawaty, kakak beradik jebolan universitas Indonesia yang membuka Salon Moz5. Kesulitan mencari salon khusus muslimah yang mereka alami memberi inspirasi untuk membuka Moz5 tahun 2003. Moz5 sudah memiliki 8 outlet, empat diantaranya merupakan hasil kemitraan.
Fauzia Rahmawati, juru bicara Moz5 mengatakan, "awalnya Moz5 buka di Margonda, dimana segmennya adalah mahasiswi muslim di kampus sekitarnya. Tapi permintaan pasar terus bertambah, sehingga Moz5 pun giat melebarkan sayapnya" jelas Rahma. Yulia dan Linda pun serius belajar cara-cara mengembangkan bisnis, mengikuti seminar-seminar, pameran dan banyak membaca.
Moz5 menawarkan dua jenis paket kemitraan. Pertama adalah paket investasi senilai Rp 89 juta dan paket konsultasi Rp 60.500.000. Bedanya, paket konsultasi mitra bisa berdiri sendiri dengan brand sendiri, Moz5 hanya memberikan 3 bulan pendampingan. Rahma mengatakan, "insya Allah, dua tahun modal bisa kembali" kata Rahma.
Saat ini Moz5 sedang bersiap membuka dua cabang barunya di Bandung dan Surabaya. dalam sehari di masing-masing cabang bisa kedatangan pelanggan 20 orang. Jika hari Sabtu dan Minggu bahkan bisa mencapai 40 orang. Harga yang dipatok Moz5 paling murah Rp 17.500 dan paling mahal Rp 540.000 untuk paket perawatan pra nikah.
buat yg mau nikah (termasuk gw?)
Pesta pernikahan, seharusnya menjadi saat-saat terbaik dalam hidup seseorang. Walaupun tidak jarang yang usia perkawinannya hanya seumur jagung. Tapi dalam pesta lah gengsi, kepuasan dan segalanya bertemu. Salah satu hal yang paling penting dalam sebuah seremoni selain khidmadnya prosesi pernikahan itu sendiri adalah makanan dan minuman yang tersaji. Karena itu memilih catering yang tepat sangat penting, agar tak ada yang perlu dikecewakan.
Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga wilayah DKI Jakarta, Sulasmiati Supardan mengatakan, sebelum memilih catering, konsumen harus tahu apakah catering tersebut memiliki pengalaman dan bertanggungjawab atau tidak." pilih yang punya tanggungjawab, tidak hanya soal masakan yang sesuai dengan pesanan tetapi juga tepat waktu" jelas Sulasmiati.
Sulasmiati juga mengatakan,"Konsumen harus waspada, ada catering yang suka memaksa dalam berpromosi" jelasnya. Tidak jarang, ada catering yang memberi iming-iming berlebihan, baik diskon langsung maupun harga yang murah. Sulasmiati mencontohkan, dari jumlah undangan atau perkiraan tamu yang hadir, perhitungannya adalah 70 % untuk buffe dan 30 % untuk gubug. jika undangannya lebih banyak bisa diganti perbandingannya 60 : 40. "Jadi sudah ada standarnya" jelas Sulasmiati.
"jika tidak sesuai standar, bisa-bisa jam 9 makanan sudah habis, tamu yang belakangan tak kebagian" kata Sulasmiati. ini jangan sampai terjadi pada pesta yang hanya 1 kali seumur hidup. Selain itu komunikasi yang transparan juga harus dibangun antara konsumen dan pihak catering." konsumen harus berterus terang berapa anggaran yang tersedia dan berapa tamu yang diundang" kata Sulasmiati. Karena ketika konsumen tidak jujur, catering pun akan salah dalam memperhitungkan. " Lalu jika makanan kurang siapa yang malu, pengantin dan cateringnya kan?" ucap Sulasmiati.
Selain Sulasmiati, Tuty Rooswiati pemilik Tuty Catering juga memberi saran, agar konsumen memilih catering bukan yang sekedar murah, tapi yang layak dan terjangkau. "jika sempat survei lah di acara-acara pernikahan, tapi datang setelah jam 12" kata Tuty. menurut Tuty, jika datang jam sekian konsumen akan tahu apakah cateringnya bagus atau tidak. Jika jam 12 makanan sudah habis, suasana berantakan, ini bisa menjadi gambaran bahwa catering tersebut kurang profesional.
Konsumen juga harus mengenal dengan baik siapa cateringnya. "terkadang ada catering yang tidak memasak sendiri, siomay beli dimana, kue pesan dimana, sup atau satenya dimana, jadi kan tidak bisa dikontrol kualitas dan kebersihannya" jelas Tuty. Biasanya dari makananannya terlihat, apakah masing-masing dikerjakan dengan baik atau tidak. Catering yang baik tentu sangat menjaga mutu, rasa dan kualitas masakannya, walaupun itu hanya puding.
Kebersihan peralatan makan juga penting, jangan sampai tamu enggan makan karena piring atau gelasnya kurang bersih. "jika perlu dapur juga harus ditunggu oleh panitia, agar bisa sama-sama ikut mengontrol" kata Tuty, karena ada juga catering yang tidak jujur dan memberikan servis kurang dari jumlah pesanan.
Selain itu pilihlah catering yang mengerjakan sesuai kemampuan. "ada juga catering yang semua permintaan ditanggapi tanpa melihat kemampuan, akhirnya kualitas dinomor duakan" jelas Tuty. Jadi catering yang selalu mengiyakan juga belum tentu bisa menjaga kualitas servis.
Terpenting Tuty menyarankan, lihat dan dengarkan pengalaman orang sebelum-sebelumnya. "promosi bukan jaminan dalam kualitas layanan." kata Tuty. Maka tidak ada salahnya bertanya pada kerabat dan teman tentang pengalaman mereka soal memilih catering. "ini kan bisnis kepercayaan, konsumenlah yang saling merekomendasikan" kelas Tuty.
Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga wilayah DKI Jakarta, Sulasmiati Supardan mengatakan, sebelum memilih catering, konsumen harus tahu apakah catering tersebut memiliki pengalaman dan bertanggungjawab atau tidak." pilih yang punya tanggungjawab, tidak hanya soal masakan yang sesuai dengan pesanan tetapi juga tepat waktu" jelas Sulasmiati.
Sulasmiati juga mengatakan,"Konsumen harus waspada, ada catering yang suka memaksa dalam berpromosi" jelasnya. Tidak jarang, ada catering yang memberi iming-iming berlebihan, baik diskon langsung maupun harga yang murah. Sulasmiati mencontohkan, dari jumlah undangan atau perkiraan tamu yang hadir, perhitungannya adalah 70 % untuk buffe dan 30 % untuk gubug. jika undangannya lebih banyak bisa diganti perbandingannya 60 : 40. "Jadi sudah ada standarnya" jelas Sulasmiati.
"jika tidak sesuai standar, bisa-bisa jam 9 makanan sudah habis, tamu yang belakangan tak kebagian" kata Sulasmiati. ini jangan sampai terjadi pada pesta yang hanya 1 kali seumur hidup. Selain itu komunikasi yang transparan juga harus dibangun antara konsumen dan pihak catering." konsumen harus berterus terang berapa anggaran yang tersedia dan berapa tamu yang diundang" kata Sulasmiati. Karena ketika konsumen tidak jujur, catering pun akan salah dalam memperhitungkan. " Lalu jika makanan kurang siapa yang malu, pengantin dan cateringnya kan?" ucap Sulasmiati.
Selain Sulasmiati, Tuty Rooswiati pemilik Tuty Catering juga memberi saran, agar konsumen memilih catering bukan yang sekedar murah, tapi yang layak dan terjangkau. "jika sempat survei lah di acara-acara pernikahan, tapi datang setelah jam 12" kata Tuty. menurut Tuty, jika datang jam sekian konsumen akan tahu apakah cateringnya bagus atau tidak. Jika jam 12 makanan sudah habis, suasana berantakan, ini bisa menjadi gambaran bahwa catering tersebut kurang profesional.
Konsumen juga harus mengenal dengan baik siapa cateringnya. "terkadang ada catering yang tidak memasak sendiri, siomay beli dimana, kue pesan dimana, sup atau satenya dimana, jadi kan tidak bisa dikontrol kualitas dan kebersihannya" jelas Tuty. Biasanya dari makananannya terlihat, apakah masing-masing dikerjakan dengan baik atau tidak. Catering yang baik tentu sangat menjaga mutu, rasa dan kualitas masakannya, walaupun itu hanya puding.
Kebersihan peralatan makan juga penting, jangan sampai tamu enggan makan karena piring atau gelasnya kurang bersih. "jika perlu dapur juga harus ditunggu oleh panitia, agar bisa sama-sama ikut mengontrol" kata Tuty, karena ada juga catering yang tidak jujur dan memberikan servis kurang dari jumlah pesanan.
Selain itu pilihlah catering yang mengerjakan sesuai kemampuan. "ada juga catering yang semua permintaan ditanggapi tanpa melihat kemampuan, akhirnya kualitas dinomor duakan" jelas Tuty. Jadi catering yang selalu mengiyakan juga belum tentu bisa menjaga kualitas servis.
Terpenting Tuty menyarankan, lihat dan dengarkan pengalaman orang sebelum-sebelumnya. "promosi bukan jaminan dalam kualitas layanan." kata Tuty. Maka tidak ada salahnya bertanya pada kerabat dan teman tentang pengalaman mereka soal memilih catering. "ini kan bisnis kepercayaan, konsumenlah yang saling merekomendasikan" kelas Tuty.
Gusti..
Gusti..Kau mendengarkan aku?
maka tolong katakan sesuatu.. karena aku menunggu.
katakan saja, jika sekarang waktunya
aku akan menyambut surga.
lihatlah, di riang pohon, jiwaku dihembus bayu
aku tak kan kemana
selama nafas masih merdeka
di bulir pasir dan pucuk-pucuk enau yang meneteskan madu.
aku akan jadi embun
jika pagi masih menyala dibenak para jelata
nelayan menebar jala, menjemput rupa cinta
laut kita kaya
aku akan jadi embun
yang melahirkan pagi
sebelum sirnanya
maka tolong katakan sesuatu.. karena aku menunggu.
katakan saja, jika sekarang waktunya
aku akan menyambut surga.
lihatlah, di riang pohon, jiwaku dihembus bayu
aku tak kan kemana
selama nafas masih merdeka
di bulir pasir dan pucuk-pucuk enau yang meneteskan madu.
aku akan jadi embun
jika pagi masih menyala dibenak para jelata
nelayan menebar jala, menjemput rupa cinta
laut kita kaya
aku akan jadi embun
yang melahirkan pagi
sebelum sirnanya
Sunday, October 12, 2008
Menangkap untung dari budidaya kodok lembu
agrobisnis
Menangkap Untung dari Katak Lembu.
Hujan buatan tampak mengguyur kawanan kodok di dalam kolam-kolam berukuran 5 x 5 meter. Ini bukan kodok biasa, 30-an ekor kodok dalam kolam tersebut adalah katak lembu atau Bullfrog, salah satu komoditi andalan ekspor. Musim kemarau mengharuskan Kurniawan petani bullfrog di Sragen untuk menjaga agar sumber pendapatannya itu tetap lembab, bisa berus bernyanyi memanggil hujan uang.
Salah satu pembudidaya katak lembu adalah Kurniawan. Pegawai dinas pekerjaan umum Sragen ini sudah lima tahun nyambi sebagai pembudidaya bullfrog. Kurniawan melihat peluang budidaya bullfrog sangat baik karena termasuk komoditas yang masih jarang dengan pangsa pasar tertentu, dan membutuhkan ketelatenan khusus.
Kurniawan membudidayakan bullfrog di dalam 40 kolam. Dari kolam tersebut, rata-rata setiap bulannya Kurniawan mampu menjual sampai 1,5 kuintal bullfrog yang harganya saat ini mencapai Rp 44.000 rupiah perkilo. " kalau musim kemarau seperti sekarang biasanya mahal, tapi harga stabilnya antara Rp 32.000 - 35.000 rupiah. Selain menjual produksi sendiri, Kurniawan juga menjadi pengepul dari daerah sekitarnya, para pembudidaya skala kecil sehingga dalam sebulan total dia bisa menjual 2- 5 kuintal bullfrog.
Pasar bullfrog masih terbuka lebar, Kurniawan mengaku cukup kesulitan untuk memenuhi permintaan pasar yang besar. " biasanya pengepul datang kemari langsung dari Surabaya, Semarang dan Jakarta, bullfrog memang khusus untuk konsumsi hotel dan restoran. " bullfrog berbeda dngan jenis swikee, sama-sama kodok hijau tetapi jenis dari Amerika". Kurniawan pernah menjajal pangsa luar negeri tetapi kesulitan untuk memenuhi kontinuitas produksi. " dulu sehari diminta memenuhi 50 kg saja, itupun harus ukuran 1-1,5 kilo, berat sekali sampai pontang-panting. " jawabnya. Harga untuk ekspor tersebut diakuinya lebih mahal 150 % - 200 % dari harga dalam negeri, " tapi saya memilih dalam negeri saja. Lagipula, birokrasinya ribet dan buyer banyak tuntutan dan syarat, selain kontinuitas tadi susah dipenuhi" ungkapnya.
Ketika musim penghujan, biasanya Kurniawan kelebihan jumlah anakan atau precil, "kadang jual precil juga untuk dibesarkan petani lain" kata Kurniawan. harga perekor precil saat ini berkisar antara Rp 1000 - 1500. Sementara itu harga indukan berkisar antara Rp 150.000 sampai Rp 200.000 per ekor. " untuk produksi saya setidaknya harus memiliki 5 pejantan dan sepuluh betina, tapi per ekor kan bisa bertelur sampai 3000 ekor. hanya saja dari 100 % yang menetas jika musim kemarau seperti ini 30-40 % saja yang bisa sampai dewasa" jelasnya.
Kurniawan tidak bisa memastikan berapa pengeluarannya untuk operasional, tetapi menurutnya pakan untuk bullfrog tidak terlalu mahal. " Bludru kami beri makan cacing sutera atau kutu air, precil biasanya diberi dedak, lalu yang besar kami beri konsentrat, jangkrik hidup atau belalang" jawab Kurniawan. Lebih jauh, Kurniawan optimis, budidaya bullfrog memiliki prospek cerah dan menjanjikan. " untuk pemain baru kan agak berat karena harus telaten, sebaiknya mulai dari beberapa ekor dulu jangan langsung besar agar bisa belajar" katanya memberi tips.
Selain kurniawan, di Tangerang ada Anho, pembudidaya katak lembu.Anho khusus memenuhi pasar dari Jakarta dan sekitarnya. Rencananya, bulan November nanti Anho akan memanen kurang lebih 1000 ekor katak lembu, " kalau mau beli sekarang tidak ada, masih kecil-kecil" katanya. Biaya operasional pemeliharaan katak lembu paling banyak untuk pakan. " saya memberi pakan lele, sebulan mungkin sekitar 1000 ekor atau 30 kg, kalau air tidak beli" kata Anho.
Modal awal Anho memulai budidaya katak lembu, Anho tidak bisa memastikan berapa, " tidak banyak, cuma untuk membuat bak saja, dan pertama kali dulu masih beli benih precil dari Surabaya" jawabnya. Jika tertarik memelihara dari precil, sampai siap panen membutuhkan waktu hanya 4 bulan. Tapi jika ingin memijahkan sendiri, waktunya bisa mencapai 6 bulan.
Menangkap Untung dari Katak Lembu.
Hujan buatan tampak mengguyur kawanan kodok di dalam kolam-kolam berukuran 5 x 5 meter. Ini bukan kodok biasa, 30-an ekor kodok dalam kolam tersebut adalah katak lembu atau Bullfrog, salah satu komoditi andalan ekspor. Musim kemarau mengharuskan Kurniawan petani bullfrog di Sragen untuk menjaga agar sumber pendapatannya itu tetap lembab, bisa berus bernyanyi memanggil hujan uang.
Salah satu pembudidaya katak lembu adalah Kurniawan. Pegawai dinas pekerjaan umum Sragen ini sudah lima tahun nyambi sebagai pembudidaya bullfrog. Kurniawan melihat peluang budidaya bullfrog sangat baik karena termasuk komoditas yang masih jarang dengan pangsa pasar tertentu, dan membutuhkan ketelatenan khusus.
Kurniawan membudidayakan bullfrog di dalam 40 kolam. Dari kolam tersebut, rata-rata setiap bulannya Kurniawan mampu menjual sampai 1,5 kuintal bullfrog yang harganya saat ini mencapai Rp 44.000 rupiah perkilo. " kalau musim kemarau seperti sekarang biasanya mahal, tapi harga stabilnya antara Rp 32.000 - 35.000 rupiah. Selain menjual produksi sendiri, Kurniawan juga menjadi pengepul dari daerah sekitarnya, para pembudidaya skala kecil sehingga dalam sebulan total dia bisa menjual 2- 5 kuintal bullfrog.
Pasar bullfrog masih terbuka lebar, Kurniawan mengaku cukup kesulitan untuk memenuhi permintaan pasar yang besar. " biasanya pengepul datang kemari langsung dari Surabaya, Semarang dan Jakarta, bullfrog memang khusus untuk konsumsi hotel dan restoran. " bullfrog berbeda dngan jenis swikee, sama-sama kodok hijau tetapi jenis dari Amerika". Kurniawan pernah menjajal pangsa luar negeri tetapi kesulitan untuk memenuhi kontinuitas produksi. " dulu sehari diminta memenuhi 50 kg saja, itupun harus ukuran 1-1,5 kilo, berat sekali sampai pontang-panting. " jawabnya. Harga untuk ekspor tersebut diakuinya lebih mahal 150 % - 200 % dari harga dalam negeri, " tapi saya memilih dalam negeri saja. Lagipula, birokrasinya ribet dan buyer banyak tuntutan dan syarat, selain kontinuitas tadi susah dipenuhi" ungkapnya.
Ketika musim penghujan, biasanya Kurniawan kelebihan jumlah anakan atau precil, "kadang jual precil juga untuk dibesarkan petani lain" kata Kurniawan. harga perekor precil saat ini berkisar antara Rp 1000 - 1500. Sementara itu harga indukan berkisar antara Rp 150.000 sampai Rp 200.000 per ekor. " untuk produksi saya setidaknya harus memiliki 5 pejantan dan sepuluh betina, tapi per ekor kan bisa bertelur sampai 3000 ekor. hanya saja dari 100 % yang menetas jika musim kemarau seperti ini 30-40 % saja yang bisa sampai dewasa" jelasnya.
Kurniawan tidak bisa memastikan berapa pengeluarannya untuk operasional, tetapi menurutnya pakan untuk bullfrog tidak terlalu mahal. " Bludru kami beri makan cacing sutera atau kutu air, precil biasanya diberi dedak, lalu yang besar kami beri konsentrat, jangkrik hidup atau belalang" jawab Kurniawan. Lebih jauh, Kurniawan optimis, budidaya bullfrog memiliki prospek cerah dan menjanjikan. " untuk pemain baru kan agak berat karena harus telaten, sebaiknya mulai dari beberapa ekor dulu jangan langsung besar agar bisa belajar" katanya memberi tips.
Selain kurniawan, di Tangerang ada Anho, pembudidaya katak lembu.Anho khusus memenuhi pasar dari Jakarta dan sekitarnya. Rencananya, bulan November nanti Anho akan memanen kurang lebih 1000 ekor katak lembu, " kalau mau beli sekarang tidak ada, masih kecil-kecil" katanya. Biaya operasional pemeliharaan katak lembu paling banyak untuk pakan. " saya memberi pakan lele, sebulan mungkin sekitar 1000 ekor atau 30 kg, kalau air tidak beli" kata Anho.
Modal awal Anho memulai budidaya katak lembu, Anho tidak bisa memastikan berapa, " tidak banyak, cuma untuk membuat bak saja, dan pertama kali dulu masih beli benih precil dari Surabaya" jawabnya. Jika tertarik memelihara dari precil, sampai siap panen membutuhkan waktu hanya 4 bulan. Tapi jika ingin memijahkan sendiri, waktunya bisa mencapai 6 bulan.
Subscribe to:
Posts (Atom)