Friday, October 17, 2008

memanah peluang bisnis syariah

Memanah Peluang Salon Muslimah

Siapa yang tidak ingin cantik? berkerudung sekalipun, semestinya juga menjaga kulit dan rambut tetap apik. Jumlah orang yang sadar tentang kebutuhan alamiah untuk tampil lebih baik ini terus bertambah. Inilah segmen yang mulai dijamah, membuka salon khusus muslimah, biar cantik tetap sesuai syariah.

Salah satu yang menseriusi bisnis salon khusus muslimah ini adalah Agustaf Alvi. Ketertarikan Agus berawal setelah dia melihat Salon Muslimah di Bogor milik teman istrinya, merasa bahwa ini akan berprospek baik, tak menunggu lama salon milik Ibu Salmah itu pun dikembangkan dan dipatentkan sebagai merk dagang. Saat ini Salmah sudah memiliki 5 cabang, Cimanggis, Cibubur, Dumai, pekanbaru dan Bukittinggi.

" Saya melihat salon adalah profit generator yang bagus, resikonya paling kecil, dan jika tidak laku barang-barangnya masih bisa dijual dengan harga yang bagus" jelas Agus. Tapi Agus memberi catatan, yang coba dikembangkannya adalah Rumah salon khusus Muslimah. Menurutnya rumah bisa menjadi tempat usaha yang menguntungkan.

Segmen muslimah pada waktu itu (tahun 2002) saat Agus mulai mengembangkan Salmah belum banyak digarap. Agus percaya jika ia memulainya sejak awal Salmah bisa jadi market leader di bisnis Salon Muslimah. "saat ini kepedulian orang Islam pada produk yang syar'i, halal dan sehat terus meningkat, tapi belum banyak yang sungguh-sungguh menyediakan kebutuhan tersebut" jelas Agus.

Perbedaan Salmah dengan salon umum terletak pada pemilihan produk yang halal dan dipercaya oleh pelanggan muslimah, ruangan yang bebas laki-laki dan tentu saja suasana yang Islami.Jenis jasa yang ditawarkan tidak jauh berbeda, dari mulai perawatan rambut, perawatan kecantikan dan perawatan tubuh seperti spa, lulur, sauna, pijat refleksi sampai paket pra nikah dan pasca melahirkan juga ditawarkan.

Umumnya pelanggan yang datang lebih senang mengambil paket perawatan tubuh, "jarang yang datang untuk potong rambut saja, karena muslimah tidak terlalu peduli pada model rambut ya?" kata Agus. Jadi rata-rata uang yang dikeluarkan per orang yang datang Rp 100.000. Padahal dihari biasa saja Salmah bisa kedatangan 10 orang perhari. Marjin yang didapat Agus, minimal 40 % dari Omzet. " Jika karyawan tidak boros listrik, air, dan bahan perawatan tentu keuntungan bisa lebih besar lagi" Kata Agus.

Tapi bisnis salon khusus muslimah juga bukan tanpa kendala.Agus mengakui masalahnya paling besar adalah sumber daya manusia. Padahal SDM penting bagi kesinambungan suatu bisnis. Saat ini belum ada pusat training muslimah yang memberikan skill seperti itu. "ini kan salon muslimah, ada kurikulum tentang syariah. Jadi karyawan harus mengerti juga" kata Agus.

Saat ini Salmah membuka kesempatan kerjasama dengan mereka yang berminat mengembangkan salon khusus muslimah. Agus masih menggratiskan franchise fee, biaya bergabung dan tanpa royalti. Cukup dengan investasi Rp 75 juta, modal tersebut akan digunakan untuk rekrutmen, training, 90 lebih item peralatan salon dan spa, interior, SOP, dan kosmetika untuk 3-6 bulan pertama.

"saya hanya mensyaratkan mereka memakai brand saya, dan membeli bahan-bahan salon dan kosmetika dari saya. Rencananya gratis franchise fee dan lain-lain itu sampai Salmah ada minimum 10 outlet. Setelah itu baru saya komersilkan" jelas Agus.

Selain Agus, ada Yulia Astuti dan Lindawaty, kakak beradik jebolan universitas Indonesia yang membuka Salon Moz5. Kesulitan mencari salon khusus muslimah yang mereka alami memberi inspirasi untuk membuka Moz5 tahun 2003. Moz5 sudah memiliki 8 outlet, empat diantaranya merupakan hasil kemitraan.

Fauzia Rahmawati, juru bicara Moz5 mengatakan, "awalnya Moz5 buka di Margonda, dimana segmennya adalah mahasiswi muslim di kampus sekitarnya. Tapi permintaan pasar terus bertambah, sehingga Moz5 pun giat melebarkan sayapnya" jelas Rahma. Yulia dan Linda pun serius belajar cara-cara mengembangkan bisnis, mengikuti seminar-seminar, pameran dan banyak membaca.

Moz5 menawarkan dua jenis paket kemitraan. Pertama adalah paket investasi senilai Rp 89 juta dan paket konsultasi Rp 60.500.000. Bedanya, paket konsultasi mitra bisa berdiri sendiri dengan brand sendiri, Moz5 hanya memberikan 3 bulan pendampingan. Rahma mengatakan, "insya Allah, dua tahun modal bisa kembali" kata Rahma.

Saat ini Moz5 sedang bersiap membuka dua cabang barunya di Bandung dan Surabaya. dalam sehari di masing-masing cabang bisa kedatangan pelanggan 20 orang. Jika hari Sabtu dan Minggu bahkan bisa mencapai 40 orang. Harga yang dipatok Moz5 paling murah Rp 17.500 dan paling mahal Rp 540.000 untuk paket perawatan pra nikah.

No comments: