Mereka Tidak putus Asa
Hari ini, sejam sebelum penandatanganan Kontrak karya Penambangan, Pak Dirjen Minerbapabum DESDM Bambang Setiawan mengirimkan smsnya, "Hari ini jam dua siang,"katanya. Aku langsung lemas.. Kuhubungi kawan-kawan segera. Mengabarkan berita buruk ini.
Setelah dua tahun berjuang, aku yakin bukan ini akhirnya. Karena kita tidak akan berhenti disini, karena kita tidak akan menyerah. Duh Gusti..
sama sekali tidak boleh lengah, masyarakat juga punya batas kesabaran. aku juga harus hati-hati menyampaikan kabar, apapun, tidak boleh menyulut orang-orang, karena anarkisme jelas tak menghasilkan apa-apa. So..come on meif, bertindak taktis dan berpikir cerdaslah...
aku tahu ini bukan akhir dunia, aku ingin percaya kita masih hidup di dunia penuh kasih sayang, aku ingin yakin setiap manusia yang lahir dari rahim pasti memiliki hati. Tapi aku juga tidak lupa, bahwa banyak orang lebih sering bertindak bodoh daripada cerdas. Atau kadang-kadang kita juga begitu lugu untuk dibodohi. Dan kebodohan itu yang membuat kita menjual harga diri dan bangsa ini kepada tuan yang lain..
Mereka tidak putus asa. Seribu kali penandatanganan kontrak karya sekalipun, kita tidak akan menyerah. Tanah ini punya sejarah, pasir ini punya cerita, kita tidak akan henti disini untuk anak cucu kita.
kamu yakin bukan? apa kamu mendengarkan? Tanah yang mana lagi yang akan kita jual? anak-anak siapa lagi yang akan terlahir jadi buruh? berapa banyak lagi kita akan berhutang? pantaskah kita mengemis 1,5 % sementara mereka berpesta dengan 98,5% dari mengambil pasir kita yang kaya besi? pasir yang telah menghidupi kita tanpa meminta imbal jasa. pasir yang menumbuhkan kehidupan hingga jantung kita terus berdetak dan perut kita kenyang oleh rasa syukur.. pasir yang telah diberkati Tuhan untuk anak cucu kita.
No comments:
Post a Comment