Friday, July 5, 2013

Review chapter George C. Homans Behavioristic Approach



Basis pendekatan
Skema Pertukaran Homans dipengaruhi oleh polemik pemikiran Levi Strauss tentang analisis struktural  pada pola pernikahan sepersepupuan. Bersama  dengan David Schenider, pandangan Homans : (1) pandangan skeptis terhadap setiap bentuk teori fungsional, (2) penggunaan prinsip psikologi sebagai aksioma sosial teori, dan (3) suatu pre-okupasi dengan konspe teori pertukaran.
Homans dan Schneider membuat perkecualian dari teori Levi Strauss, pertama mereka menolak konseptualisasi terhadap bentuk-bentuk yang berbeda, generalisasi pertukaran, kedua, posisi Levi Strauss bahwa bentuk-bentuk yang berbeda dari pertukaran simbolik dibentuk dan menggabungkan pola yang berbeda dari organisasi sosial dipertanyakan. Homans dan Schneider berpendapat teori pertukaran seharusnya fokus pada batas dan pertukaran langsung antar individu dan mengenali bahwa struktur sosial dibentuk dan berjalan karena perilaku individu.
Tentang teori  self-interest nampaknya Homans meminjam pandangan Skinner tentang prinsip Behaviorist awal, misalnya, prinsip bahwa organisme akan menghindari pengalaman yang tidak menyenangkan namun akan menambah jumlah secara terbatas dari beberapa pengalaman sebagai biaya. Dua bahwa organisme akan melanjutkan beberapa perilaku hanya sepanjang mereka masih memproduksi keinginan dan efek yang diharapkan. Ketiga, jika sebelumnya perilaku membawa rewards ketika tiba-tiba rewards berhenti maka organisme akan marah. Bebrapa hal diatas memang  merupakan hasil observasi terhadap binatang, namun Homans percaya ini juga dapat menjelaskan perilaku manusia, misalnya tentang efek hadiah dan hukuman, give and take dan pertukaran.
Kemudian untuk meletakan penjelasan pada perilaku manusia, ada empat asumsi basis ekonomi ; (1) manusia tidak selalu berusaha memaksimalkan keuntungan, mereka hanya membuat keuntungan dalam hubungan pertukaran. (2) manusia not usually memakai perhitungan rasional dalam pertukaran dalam kehidupan sehari-hari, (3) barang-barang yang dipertukarkan termasuk bukan saja uang namun juga komoditi lain yaitu cinta, kasih sayang, dan lain-lain. (4) pasar tidak terpisah  dalam pertukaran.
Basis Prinsip Pertukaran
Homans memperkenalkan proposisi rasional, yang menghitung stimulus, sukses, dan nilai proposisi. Probabilitas rendah dalam menerima reward bernilai tinggi akan memperendah potensi reward. Kemudian, probabilitas tinggi untuk menerima reward bernilai rendah akan meningkatkan potensial reward. Formula yang dipakai adalah :
Action = Value x Probability
Proposisi pertukaran Homans:
I.                    Sukses proposisi : semua tindakan yang dilakukan seseorang, sebagian akan mendapat reward, dan sebagian adalah untuk menunjukkan tindakannya.
II.                  Stimulus proposisi : jika di masa lalu terjadinya stimulus tertentu atau serangkaian rangsangan telah menjadi kesempatan dimana tindakan seseorang dihargai, maka lebih mirip dengan rangsangan ini adalah yang terakhir, semakin besar kemungkinan orang tersebut untuk melakukan tindakan atau beberapa tindakan yang sama sekarang.
III.                Value proposition : lebih berharga bagi seseorang hasil dari tindakan-nya adalah, semakin besar kemungkinan dia untuk melakukan tindakan.
IV.                Deprivation/satiation proposition : lebih sering pada masa lalu seseorang telah menerima hadiah tertentu, setiap unit yang kurang berharga dari penghargaan menjadi untuk orang tersebut.
V.                  Aggretion/approval propostion:
a.       bila tindakan seseorang tidak menerima imbalan yang diharapkan atau menerima hukuman yang tidak diharapkan, ia akan marah dan menjadi lebih mungkin untuk melakukan perilaku agresif. hasil dari perilaku tersebut menjadi lebih berharga untuk orang tersebut.
b.       bila tindakan seseorang menerima hadiah yang diharapkan, terutama imbalan yang lebih besar dari yang diharapkan, atau tidak menerima hukuman yang diharapkan, dia akan senang dan menjadi lebih mungkin untuk melakukan perilaku disetujui. hasil dari perilaku tersebut menjadi lebih berharga bagi orang itu.
VI.                Rationality proposition: dalam memilih antara tindakan alternatif, seseorang akan memilih satu untuk yang, seperti yang dirasakan oleh dia pada saat itu, nilai dari hasilnya, dikalikan dengan probabilitas mendapatkan hasil yang lebih besar.

Memakai prinsip dasar untuk membangun penjelasan
Homans sendiri tidak pernah menyampaikan penjelasan deduktiv yang terbangun baik, walaupun dia menguasainya. Ia cenderung hanya memanggil sebuah hal yang sederhana, dalam mode yang agak ad hoc aksiomanya dan mendamaikan mereka dengan cara yang sangat longgar dan tidak tepat, dengan keteraturan empiris. atau ia membangun skema deduktif singkat untuk mengilustrasikan strateginya. Homans menyampaikan bahwa ini bukanlah penjelasan yang lengkap, namun baik juga untuk lebih dari itu membangun penjelasan ilmiah. Salah satunya Homans mengambil contohuntuk menjelaskan hukum Golden bahwa industrialiasi dan tingkat melek huruf dalam suatu populasi memiliki hubungan yang erat. Walaupun demikian, Homans berpendapat bahwa tidak ada teori yang dapat menjelaskan segala hal.
From Behavior to Macrostructure
Homans mencoba banyak ilustrasi bagaimana prinsip perilaku dapat menjelaskan riset yang ditemukan psikologi sosial. Misalnya, salah satu yang penting adalah penjelasannya tentang  bagaimana proses pertukaran dapat menjelaskan level populasi dan tingkat sosial suatu fenomena sosial. Dia menegaskan bagaimana suatu masyarakat dibangun dari pertukaran face to face orang-orang dalam kelompok.
Sejarahnya, beberapa orang memiliki kapital untuk memperkuat atau memberikan imbalan bagi yang lain, apakah itu berasal dari mereka yang memiliki surplus makanan, uang, kode Morel, atau kualitas kepemimpinan dihargai. dengan modal seperti itu, "elaborasi kelembagaan" dapat terjadi, karena beberapa dapat menginvestasikan modal mereka dengan mencoba untuk menginduksi lain (melalui penghargaan atau memperlakukan hukuman) untuk terlibat dalam kegiatan baru.
Kegiatan baru ini dapat melibatkan "intermeshing dari perilaku sejumlah besar orang dalam cara yang lebih rumit atau bundaran daripada kebiasaan sekarang ". Apakah ini investasi untuk menaklukkan dan mengorganisir kerajaan atau menciptakan bentuk baru dari organisasi bisnis, mereka yang membuat investasi harus memiliki sumber daya - apakah itu tentara untuk mengancam dan memberikan hukuman, suatu kepribadian karismatik bermoral untuk membujuk pengikut, atau kemampuan untuk memberikan kebutuhan masyarakat untuk subsisten--untuk menjaga mereka tetap terorganisir dalam situasi di mana mereka memperoleh beberapa keuntungan.
Munculnya pola sebagian besar organisasi sering ditanam di relung sejarah, tetapi munculnya ditandai oleh proses-proses percepatan: (1) orang dengan modal, (2) dengan imbalan meningkat, orang-orang bisa berinvestasi dalam pola organisasi yang lebih kompleks (3) pola-pola organisasi yang semakin kompleks memerlukan, pertama-tama, penggunaan reinforcers umum dan kemudian kodifikasi norma dan mengatur aktivitas. (4) menciptakan kebutuhan untuk diferensiasi subunit yang menjamin stabilitas dan integritas norma-norma. (5) dengan diferensiasi, maka muncul kemungkinan untuk memperluas.
(meifita d. Handayani)

No comments: