Basis pendekatan
Skema Pertukaran Homans dipengaruhi oleh polemik pemikiran
Levi Strauss tentang analisis struktural
pada pola pernikahan sepersepupuan. Bersama dengan David Schenider, pandangan Homans : (1)
pandangan skeptis terhadap setiap bentuk teori fungsional, (2) penggunaan
prinsip psikologi sebagai aksioma sosial teori, dan (3) suatu pre-okupasi
dengan konspe teori pertukaran.
Homans dan Schneider membuat perkecualian dari teori Levi
Strauss, pertama mereka menolak konseptualisasi terhadap bentuk-bentuk yang
berbeda, generalisasi pertukaran, kedua, posisi Levi Strauss bahwa
bentuk-bentuk yang berbeda dari pertukaran simbolik dibentuk dan menggabungkan
pola yang berbeda dari organisasi sosial dipertanyakan. Homans dan Schneider
berpendapat teori pertukaran seharusnya fokus pada batas dan pertukaran
langsung antar individu dan mengenali bahwa struktur sosial dibentuk dan
berjalan karena perilaku individu.
Tentang teori
self-interest nampaknya Homans meminjam pandangan Skinner tentang
prinsip Behaviorist awal, misalnya, prinsip bahwa organisme akan menghindari
pengalaman yang tidak menyenangkan namun akan menambah jumlah secara terbatas
dari beberapa pengalaman sebagai biaya. Dua bahwa organisme akan melanjutkan
beberapa perilaku hanya sepanjang mereka masih memproduksi keinginan dan efek
yang diharapkan. Ketiga, jika sebelumnya perilaku membawa rewards ketika
tiba-tiba rewards berhenti maka organisme akan marah. Bebrapa hal diatas
memang merupakan hasil observasi
terhadap binatang, namun Homans percaya ini juga dapat menjelaskan perilaku
manusia, misalnya tentang efek hadiah dan hukuman, give and take dan
pertukaran.
Kemudian untuk meletakan penjelasan pada perilaku manusia,
ada empat asumsi basis ekonomi ; (1) manusia tidak selalu berusaha
memaksimalkan keuntungan, mereka hanya membuat keuntungan dalam hubungan
pertukaran. (2) manusia not usually memakai perhitungan rasional dalam
pertukaran dalam kehidupan sehari-hari, (3) barang-barang yang dipertukarkan
termasuk bukan saja uang namun juga komoditi lain yaitu cinta, kasih sayang,
dan lain-lain. (4) pasar tidak terpisah
dalam pertukaran.
Basis Prinsip
Pertukaran
Homans memperkenalkan proposisi rasional, yang menghitung
stimulus, sukses, dan nilai proposisi. Probabilitas rendah dalam menerima
reward bernilai tinggi akan memperendah potensi reward. Kemudian, probabilitas
tinggi untuk menerima reward bernilai rendah akan meningkatkan potensial
reward. Formula yang dipakai adalah :
Action = Value x
Probability
Proposisi pertukaran Homans:
I.
Sukses proposisi : semua tindakan yang dilakukan
seseorang, sebagian akan mendapat reward, dan sebagian adalah untuk menunjukkan
tindakannya.
II.
Stimulus proposisi : jika di masa lalu
terjadinya stimulus tertentu atau serangkaian rangsangan telah menjadi
kesempatan dimana tindakan seseorang dihargai, maka lebih mirip dengan
rangsangan ini adalah yang terakhir, semakin besar kemungkinan orang tersebut
untuk melakukan tindakan atau beberapa tindakan yang sama sekarang.
III.
Value proposition : lebih
berharga bagi seseorang hasil
dari tindakan-nya adalah, semakin besar kemungkinan dia
untuk melakukan tindakan.
IV.
Deprivation/satiation
proposition : lebih sering pada masa lalu seseorang telah menerima hadiah tertentu, setiap
unit yang kurang berharga dari penghargaan menjadi
untuk orang tersebut.
V.
Aggretion/approval
propostion:
a.
bila tindakan seseorang tidak menerima imbalan yang diharapkan atau
menerima hukuman yang tidak diharapkan, ia akan marah dan menjadi lebih mungkin
untuk melakukan perilaku agresif. hasil dari perilaku tersebut menjadi lebih
berharga untuk orang tersebut.
b.
bila tindakan seseorang menerima hadiah
yang diharapkan, terutama imbalan yang lebih besar dari yang diharapkan, atau tidak menerima hukuman yang diharapkan, dia akan senang dan menjadi lebih mungkin untuk melakukan perilaku disetujui. hasil dari perilaku tersebut menjadi lebih berharga bagi orang itu.
VI.
Rationality proposition: dalam
memilih antara tindakan alternatif,
seseorang akan memilih satu untuk yang, seperti
yang dirasakan oleh dia pada saat
itu, nilai dari hasilnya, dikalikan dengan probabilitas mendapatkan hasil yang lebih besar.
Memakai prinsip dasar untuk membangun penjelasan
Homans sendiri tidak pernah menyampaikan penjelasan deduktiv
yang terbangun baik, walaupun dia menguasainya. Ia cenderung hanya memanggil
sebuah hal yang sederhana, dalam mode yang agak ad hoc aksiomanya dan
mendamaikan mereka dengan cara yang sangat longgar dan tidak tepat, dengan
keteraturan empiris. atau ia membangun skema deduktif singkat untuk
mengilustrasikan strateginya. Homans menyampaikan bahwa ini bukanlah penjelasan
yang lengkap, namun baik juga untuk lebih dari itu membangun penjelasan ilmiah.
Salah satunya Homans mengambil contohuntuk menjelaskan hukum Golden bahwa
industrialiasi dan tingkat melek huruf dalam suatu populasi memiliki hubungan
yang erat. Walaupun demikian, Homans berpendapat bahwa tidak ada teori yang
dapat menjelaskan segala hal.
From Behavior to
Macrostructure
Homans mencoba banyak ilustrasi bagaimana prinsip perilaku
dapat menjelaskan riset yang ditemukan psikologi sosial. Misalnya, salah satu
yang penting adalah penjelasannya tentang
bagaimana proses pertukaran dapat menjelaskan level populasi dan tingkat
sosial suatu fenomena sosial. Dia menegaskan bagaimana suatu masyarakat
dibangun dari pertukaran face to face orang-orang dalam kelompok.
Sejarahnya, beberapa orang memiliki kapital untuk
memperkuat atau memberikan imbalan
bagi yang lain, apakah itu berasal dari
mereka yang memiliki surplus makanan, uang, kode
Morel, atau kualitas kepemimpinan
dihargai. dengan modal seperti itu, "elaborasi kelembagaan" dapat terjadi, karena beberapa dapat menginvestasikan modal mereka dengan mencoba untuk menginduksi lain (melalui penghargaan atau memperlakukan hukuman) untuk terlibat dalam kegiatan baru.
Kegiatan baru ini dapat melibatkan "intermeshing dari
perilaku sejumlah besar orang dalam cara yang lebih rumit atau bundaran
daripada kebiasaan sekarang ". Apakah ini investasi untuk menaklukkan dan
mengorganisir kerajaan atau menciptakan bentuk baru dari organisasi bisnis,
mereka yang membuat investasi harus memiliki sumber daya - apakah itu tentara
untuk mengancam dan memberikan hukuman, suatu kepribadian karismatik bermoral
untuk membujuk pengikut, atau kemampuan untuk memberikan kebutuhan masyarakat
untuk subsisten--untuk menjaga mereka tetap terorganisir dalam situasi di mana
mereka memperoleh beberapa keuntungan.
Munculnya pola
sebagian besar organisasi sering ditanam di relung sejarah,
tetapi munculnya ditandai
oleh proses-proses percepatan: (1) orang dengan modal,
(2) dengan imbalan meningkat, orang-orang bisa berinvestasi dalam
pola organisasi yang lebih kompleks (3) pola-pola
organisasi yang semakin kompleks memerlukan, pertama-tama, penggunaan reinforcers
umum dan kemudian kodifikasi norma dan mengatur
aktivitas. (4) menciptakan
kebutuhan untuk diferensiasi subunit yang menjamin stabilitas
dan integritas norma-norma.
(5) dengan diferensiasi, maka muncul kemungkinan untuk memperluas.
(meifita d. Handayani)
No comments:
Post a Comment